Persembahan Untuk Sebuah Kerinduan
Untukmu Kampung Halaman
Inilah rindu yang sempat aku tulis untukmu
Dariku yang jauh darimu
Rindu asrimu
Rindu keramaian di dalammu dan
Rindu semua tentangmu
Kampung halamanku, rasanya
sudah sekian purnama berlalu, namun mengapa aku belum juga menemuimu untuk
sekedar melepas rindu. Rindu asrimu, rindu keramaian di dalammu dan rindu semua
tentangmu. Semua rinduku selalu bertambah dari waktu ke waktu, ia begitu
curang karena selalu bertambah namun enggan berkurang aku tidak tahu kenapa
begitu. Aku memang berlebihan tapi seperti itu adanya. Selalu merasa bahwa
aku ini sendirian di perantauan. Aku terkadang juga lupa bahwa di perantauan
sudah menjadi pilihan yang mana harus membuat aku dan keluarga berjauhan. Aku
bersyukur kamu tau mengapa karena jauhnya aku darimu mengajarkanku untuk lebih
bijak lagi dalam memilih keluarga baru di tanah rantau, meski begitu keluarga
asliku di kampung halaman tetap tidak akan pernah tergantikan. Kampung halamanku,
kau perlu tahu bahwa ”seindah apapun tanah rantauku, Ia tak akan pernah bisa
mengalahkan rasa nyaman ketika aku sedang berada di pelukanmu”. Makanan apapun yang aku mau bisa aku dapat
di tanah rantau, namun kepuasan akan apa yang aku dapat tak akan pernah bisa
menggantikan enaknya masakan buatan ibu. Di setiap perbincangan dengan
teman-temanku tak lupa aku selalu menceritakan kebanggaanku
terhadapmu. Sebab, seperti apapun kamu, kamu tetap satu-satunya
alasan kepulanganku selain untuk menemui ayah dan ibu.
Aku rindu suasana pagi hari yang berembun
dengan sinar matahari yang hangat, bukan embun yang sirna karena terkena
pancaran sinar matahari yang menyengat bahkan sering aku dapati pagi menjadi
rasa takutku untuk memulai hari. Aku rindu semilir angin yang sejuk, bukan
polusi udara dan ramainya kendaraan yang hiruk pikuk aku sesak bernapas
karnanya. Aku rindu keasrianmu yang menyegarkan mata, bukan pemandangan
kemacetan yang ada di mana-mana waktu terasa berlalu tanpa arti. Aku ingin
ketika nanti aku menemuimu, waktu bisa berkompromi untuk tidak tergesa-gesa
pergi. Aku ingin waktu dapat memahami betapa senangnya seorang anak rantau yang
sedang mengobati rindu teramat dalam kepada kampung halaman.
Semoga hari itu, hari dimana pertemuan aku
dan kamu, akan segera Tuhan beri restu, agar temu itu menjadi temu seperti yang
ku mau bukan rindu yang kian hari hanya berujung candu bahkan sudah membeku dan
membatu. Meskipun aku meyakini bahwa rinduku padamu mungkin tak akan sepenuhnya
terhempas, namun setidaknya rindu itu sudah sedikit terpangkas. Kampung
halamanku, sekali lagi kamu perlu tahu bahwa aku berusaha untuk tidak
mengecewakanmu sebisa mungkin tampil sempurna sebisa yang aku bisa. Sebab,
sejauh apapun aku pergi meninggalkanmu, aku tetap bertahan pada tujuan awalku
untuk membuatmu bangga mengenalkanmu pada dunia kau teramat luarbiasa, karena
aku telah memilihmu untuk menjadi satu-satunya tujuan pulangku. Salam hangat dariku
anak rantau untukmu kampung halaman yang selalu ku rindu, semoga rindu lekas
berujung temu
Semangat 😇
BalasHapuskamu juga
Hapus