Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

UNTUKMU

Gambar
  Ramadan yang kesekian kalinya. Sudah tak terhitung dengan jari, Ramadhan di perantauan, menyisakan rindu dan harapan. Hidup di perantauan tak hanya membuatku kuat dan dewasa, tetapi juga mengajarkan nikmatnya merasakan rindu. Perantauan mengajarkanku bagaimana indahnya rindu dan bagaimana menghargai setiap rindu. Kadang rinduku berteman air mata. Rindu orang tua, rindu keluarga, rindu akan sahabat, dan teman, juga rindu pada guru-guru. Semua rindu ini mengajarkanku betapa kehadiran mereka amatlah nyata dan berkesan. Hingga segunung rindu pun hadir. “Sesuatu akan dihargai saat ia pergi atau jauh darimu" adalah ungkapan yang sudah terbukti benar. Aku juga merasakan bahwa "jauh" membuatku lebih ikhlas dalam berdo'a. Jarak ini mengajarkan untuk menghargai waktu di setiap pertemuan. Jarak juga mengajarkanku untuk menuntaskan rinduku dalam do'a-do'a terbaik. Jarak juga melembutkan hatiku dengan caranya sendiri. Rindu, lahir karena cinta, itulah esensi rindu yang ...

Hanya Diam

Gambar
  Aku tidak marah Hanya sedang ingin diam saja Dan memberi waktu untuk diriku sendiri untuk tenang Kadang terlalu banyak bicarapun terasa melelahkan Kadang banyak berfikirpun malah membuat kepala pusing Aku sedang belajar Melepaskan Memaafkan Merelakan lalu Mengikhlaskan Sampai pada akhirinya aku benar-benar merasa tenang pulih dan damai. #Semangat berproses

Bukan Senja Yang Kunanti

Gambar
  Aku ingin seperti dulu soreku dihabiskan untuk bermain sambil menungu senja tiba Walau tak pernah tau apa sebernya itu senja Karna aku tidak pernah perduli dengannya   Warna yang menyuguhkan kemerah merahan Namun rasanya kenapa sekarang semua orang begitu sibuk mencari senja kemana mana Padahal untuk apa mencari senja Jika cahayanya saja tidak pernah berpihak kepadaku Kalo setelah pulang yang aku temui hanyalah malam Begitulah duniaku saat ini Aku takut senja yang aku cari hanya akan berakhir dengan malam saat aku pulang Pada langit sore Bisakah kau bersabar untuk menungguku datang

Menanti Arti

Gambar
  Pada malam itu aku benar-benar bertanya siapa sebenarnya yang selalu bergerak? bumi yang mengelilingi matahari? atau matahari yang terbit dan tenggelam untuk bumi? tapi yang pasti rasa dingin itu hadir saat bumi menjauh dari matahari Tapi matahari akan selalu ada walau saat-saat membosankan dan aku selalu percaya sejauh apapun bumi menjauh dari matahari semua akan berada dititik semula, Hey Ada rindu dari matahari, yang menunggu terbit Ada rindu dari bulan yang menunggu purnama pun dengan bintang yang menunggu malam Ada rindu dari bumi, yang menunggu hujan Ada rindu dari jarak yang menungu waktu Dan ada rindu dari aku yang menungu kamu? Lalu siapa kamu?  Mungkin matahari yang aku tunggu terbitnya? Atau langit yang aku tunggu hujannya Malam itu aku tak banyak bersuara Duduk ditempatku biasa berada Ditengah kesendirian yang tak bersuara tapi tak diam juga sunyi itu mentertawakanku Karna aku menyimpan rasa tanpa kamu tau Sendiri menyepi Banyak bintang malam ini Ada yang saling ...

Awal

Gambar
  Januari Bulan awal dari 235 hari Awal dari segala cerita  dan lanjutan dari cerita tahun kemarin yang tak sempat dilaksanakan untuk tahun ini aku tak ingin terlalu berharap kepada apapun karna aku tak ingin memberi peluang kepada sebuah kekecewaan Terimakasih sudah kuat Terimakasih sudah mau jujur saat kamu merasa tidak baik baik saja :)