Menanti Hujan
Ada kita di sela-sela hujan yang tak kunjung reda, berdiri bersebelahan tanpa berkata apa-apa, tidak saling menatap, tapi rasanya aman yang kita cari sudah ditemukan.
Kala itu di sana ramai oleh suara manusia lain yang bersahut-sahutan mengumpat derasnya hujan sedangkan kita hanya diam melihat jatuh rintiknya.
Seakan suara satu-satunya yang bisa di dengar adalah detak jantungmu saja.
Kita saling tahu bahwa di genggaman tangan masing-masing ada payung. Tapi diantara kita tidak ada yang beranjak meninggalkan tempat itu. Sebenarnya apa yang kita tunggu? Teduhnya hujan atau kehadiran ini?
Benarkah orang asing seperti kita berhak saling merindu?
Sebenarnya kenapa kita saling diam? Apakah takut jika suara dari masing-masing kita pernah ada di ingatan?
Sebenarnya kenapa kita tak saling menatap? Apakah wajah dari masing-masing kita pernah jadi yang dirindukan?
Jangan tanya kabar lagi ya, aku takut rindu ini masih ada.
Komentar
Posting Komentar